Search

soleh200

Tanda tanda

TANDA-TANDA KIAMAT SUDAH MULAI NAMPAK

– Homoseksualitas dan lesbianisme tersebar luas.
 
– Anak-anak menjadi penuh kemarahan. (Mereka berani melawan orangtua mereka, tidak segan-segan berkata kasar, dan menghardik orangtua mereka).
 
– Hujan yang dapat membakar. (Sekarang hujan asam semakin sering terjadi)
 
– Orang-orang jahat bertebaran di muka bumi.
 
– Orang-orang akan mempercayai orang-orang yang berkhianat, sedangkan orang-orang yang dapat dipercaya dianggap sebagai pengkhianat. Orang yang benar akan dianggap sebagai pendusta dan seseorang yang menceritakan kebohongan dianggap sebagai orang yang benar.
 
– Orang-orang akan memutuskan tali silaturahmi. (Orang-orang lebih senang tinggal di rumah, menonton televisi, dan enggan mengunjungi tetangga).
 
– Orang-orang munafik akan berkuasa.
 
– Orang-orang yang berperangai buruk mengendalikan perdagangan.
 
– Orang-orang mukmin menjadi lebih terhina daripada kambing yang jelek.
 
– Orang-orang muda mempunyai kekayaan besar-besaran. (Zuckerberg yang merupakan multi-bilyuner sebelum dia mencapai umur 30).
 
– Adanya perkumpulan-perkumpulan untuk merusak wanita.
(Sekarang banyak organisasi wanita yang mengatakan ingin membebaskan wanita, namun mereka malah mempromosikan wanita untuk membuka auratnya. Misalnya kontes seperti Miss World dimana para wanita disuruh mempertontonkan auratnya dan memperlihatkan keindahan tubuhnya. Hal seperti ini justru menghancurkan kemuliaan wanita. Dalam Islam, wanita disuruh menutup auratnya agar kemuliaan dan kehormatannya terjaga. Namun yang dilakukan budaya zaman sekarang justru sebaliknya. Wanita malah disuruh untuk membuka auratnya. Dan auratnya tersebut menjadi tontonan orang banyak. Benar-benar dunia telah menjadi begitu sakit).
 
– Terjadinya penghancuran peradaban dan penghancuran dunia. Jadi penghancuran dunia akan menjadi peradaban.
 
– Instrumen musik yang tersebar luas (Semua orang dimana-mana mengenakan headphone dan earphone untuk mendengarkan musik).
 
– Akan ada banyak penegak hukum.
 
– Maraknya penghinaan untuk membuat orang lain tertawa. (Acara TV dimana para pelawak hanya mencela orang-orang untuk membuat pemirsa di rumah tertawa).
 
– Banyak anak-anak yang lahir karena perzinaan.
 
– Wanita yang berpakaian dan telanjang pada saat bersamaan. (Mereka akan berjalan berlenggak-lenggok dan membuat menarik orang lain kepada mereka).
 
– Perempuan berfoto menggunakan gaya mengeluarkan lidah dari mulutnya.
 
– Perempuan bergaul dengan laki-laki dan sampai saling menyentuh. 

Hingga akhirnya kiamat terjadi jika :
 
– Terbitnya Matahari dari Barat ke Timur.
 
– Pintu pengampunan akan ditutup.
 
– Dab’bat al-Ard akan keluar dari tanah & akan menandai muslim yang sebenar²nya.
 
– Kabut selama 40 Hari akan mematikan semua orang.
 
– Sebuah kebakaran besar akan menyebabkan kerusakan.
 
– Banjir di tiap daerah.
 
– Pemusnahan/runtuhnya Ka’bah.
 
– Tulisan dalam Al-Quran akan lenyap.
 
– Sangkakala akan ditiup pertama
kalinya, membuat semua makhluk
hidup merasa kaget dan ketakutan. Tiupan sangkakala yang kedua kalinya akan membuat semua makhluk hidup mati. Tiupan sangkakala yg ketiga akan membuat setiap makhluk hidup bangkit kembali.

Nabi Muhammad SAW telah
bersabda :
“Barang siapa yg mengingatkan ini kepada orang lain, akan Ku buatkan tempat di Syurga baginya pada hari penghakiman kelak”.

Kita bisa kirim ribuan  promote, broadcast yg ga terlalu penting, tapi kenapa bila mengirim yang berkaitan dengan ibadah musti berpikir 2x.

Allah SWT berfirman :
“Jika engkau lebih mengejar Duniawi daripada mengejar dekat denganKu, maka
akan Aku berikan, tapi Aku akan menjauhkan kalian dari SurgaKu”.

Sebarkanlah dengan ikhlas ke semua timeline dan kontak Anda.

Like&share

Posted from WordPress for Android

Idul Adha

image

A: Bulan depan beli hewan qurban gak, bro?

B : Gak lah. Gak ada duit

A : Harga ponselmu berapa?

B : Dua juta.

A: Jual aja, beliin kambing. HP murah aja. HP mahal gak bisa nganter ke surga.

B : Bener juga yah

A : Kalo gaji berapa? Sebulan sisain 200rb, tiap tahun bisa qurban 1 kambing.

B : Iya sih. Sebenernya mampu, cuma kitanya mungkin yg niatnya gak kuat
Hampir tiap tahun kita ditegur oleh Allah melalui orang2 yg finansialnya jauh di bawah kita, tapi mereka bekerja keras, supaya bisa qurban. Tapi kita? Beli kendaraan puluhan juta gak pake mikir, tapi giliran beli hewan qurban mikirnya jutaan kali.

Padahal qurban ini bisa jadi kendaraan terkeren sepanjang sejarah, tunggangan kita untuk melintasi shiratal mustaqim, nganter kita menuju surga. Insyaallah. Ayuk berusaha tiap tahun selalu mengeluarkan qurban. Mumpung masih banyak waktu.
Sumber : Ahmad Rifai Rifan

Like & share yuk (smile)(smile)(smile)

Pada suatu hari, Nabi Ibrahim AS
menyembelih kurban fisabilillah
berupa 1.000 ekor domba, 300 ekor
sapi, dan 100 ekor unta. Banyak orang
mengaguminya, bahkan para malaikat
pun terkagum-kagum atas kurbannya.
“Kurban sejumlah itu bagiku belum
apa-apa. Demi Allah! Seandainya aku
memiliki anak lelaki, pasti akan aku
sembelih karena Allah dan aku
kurbankan kepada-Nya,” kata Nabi
Ibrahim AS, sebagai ungkapan karena
Sarah, istri Nabi Ibrahim belum juga
mengandung.
Kemudian Sarah menyarankan Ibrahim
agar menikahi Hajar , budaknya yang
negro, yang diperoleh dari Mesir.
Ketika berada di daerah Baitul Maqdis,
beliau berdoa kepada Allah SWT agar
dikaruniai seorang anak, dan doa
beliau dikabulkan Allah SWT. Ada
yang mengatakan saat itu usia Ibrahim
mencapai 99 tahun. Dan karena
demikian lamanya maka anak itu
diberi nama Isma’il , artinya “Allah
telah mendengar”. Sebagai ungkapan
kegembiraan karena akhirnya
memiliki putra, seolah Ibrahim
berseru: “Allah mendengar doaku”.
Ketika usia Ismail menginjak kira-kira
7 tahun (ada pula yang berpendapat 13
tahun), pada malam tarwiyah, hari
ke-8 di bulan Dzulhijjah, Nabi Ibrahim
AS bermimpi ada seruan, “Hai
Ibrahim! Penuhilah nazarmu (janjimu)
.”
Pagi harinya, beliau pun berpikir dan
merenungkan arti mimpinya semalam.
Apakah mimpi itu dari Allah SWT atau
dari setan? Dari sinilah kemudian
tanggal 8 Dzulhijah disebut sebagai
hari tarwiyah (artinya, berpikir/
merenung).
Pada malam ke-9 di bulan Dzulhijjah,
beliau bermimpi sama dengan
sebelumnya. Pagi harinya, beliau tahu
dengan yakin mimpinya itu berasal
dari Allah SWT. Dari sinilah hari ke-9
Dzulhijjah disebut dengan hari ‘Arafah
(artinya mengetahui), dan bertepatan
pula waktu itu beliau sedang berada di
tanah Arafah.
Malam berikutnya lagi, beliau mimpi
lagi dengan mimpi yang serupa. Maka,
keesokan harinya, beliau bertekad
untuk melaksanakan nazarnya
(janjinya) itu. Karena itulah, hari itu
disebut denga hari menyembelih
kurban (yaumun nahr). Dalam riwayat
lain dijelaskan, ketika Nabi Ibrahim AS
bermimpi untuk yang pertama kalinya,
maka beliau memilih domba-domba
gemuk, sejumlah 100 ekor untuk
disembelih sebagai kurban. Tiba-tiba
api datang menyantapnya. Beliau
mengira bahwa perintah dalam mimpi
sudah terpenuhi. Untuk mimpi yang
kedua kalinya, beliau memilih unta-
unta gemuk sejumlah 100 ekor untuk
disembelih sebagai kurban. Tiba-tiba
api datang menyantapnya, dan beliau
mengira perintah dalam mimpinya itu
telah terpenuhi.
Pada mimpi untuk ketiga kalinya,
seolah-olah ada yang menyeru,
“Sesungguhnya Allah SWT
memerintahkanmu agar menyembelih
putramu, Ismail.” Beliau terbangun
seketika, langsung memeluk Ismail
dan menangis hingga waktu Shubuh
tiba. Untuk melaksanakan perintah
Allah SWT tersebut, beliau menemui
istrinya terlebih dahulu, Hajar (ibu
Ismail). Beliau berkata, “Dandanilah
putramu dengan pakaian yang paling
bagus, sebab ia akan kuajak untuk
bertamu kepada Allah.” Hajar pun
segera mendandani Ismail dengan
pakaian paling bagus serta meminyaki
dan menyisir rambutnya.
Kemudian beliau bersama putranya
berangkat menuju ke suatu lembah di
daerah Mina dengan membawa tali
dan sebilah pedang. Pada saat itu,
Iblis terkutuk sangat luar biasa
sibuknya dan belum pernah sesibuk
itu. Mondar-mandir ke sana ke mari.
Ismail yang melihatnya segera
mendekati ayahnya.
“Hai Ibrahim! Tidakkah kau perhatikan
anakmu yang tampan dan lucu itu?”
seru Iblis.
“Benar, namun aku diperintahkan
untuk itu (menyembelihnya),” jawab
Nabi Ibrahim AS.
Setelah gagal membujuk ayahnya,
Iblsi pun datang menemui ibunya,
Hajar. “Mengapa kau hanya duduk-
duduk tenang saja, padahal suamimu
membawa anakmu untuk disembelih?”
goda Iblis.
“Kau jangan berdusta padaku, mana
mungkin seorang ayah membunuh
anaknya?” jawab Hajar.
“Mengapa ia membawa tali dan
sebilah pedang, kalau bukan untuk
menyembelih putranya?” rayu Iblis
lagi.
“Untuk apa seorang ayah membunuh
anaknya?” jawab Hajar balik bertanya.
“Ia menyangka bahwa Allah
memerintahkannya untuk itu”, goda
Iblis meyakinkannya.
“Seorang Nabi tidak akan ditugasi
untuk berbuat kebatilan. Seandainya
itu benar, nyawaku sendiri pun siap
dikorbankan demi tugasnya yang
mulia itu, apalagi hanya dengan
mengurbankan nyawa anaku, hal itu
belum berarti apa-apa!” jawab Hajar
dengan mantap.
Iblis gagal untuk kedua kalinya,
namun ia tetap berusaha untuk
menggagalkan upaya penyembelihan
Ismail itu. Maka, ia pun menghampiri
Ismail seraya membujuknya, “Hai
Isma’il! Mengapa kau hanya bermain-
main dan bersenang-senang saja,
padahal ayahmu mengajakmu
ketempat ini hanya untk
menyembelihmu. Lihat, ia membawa
tali dan sebilah pedang,”
“Kau dusta, memangnya kenapa ayah
harus menyembelih diriku?” jawab
Ismail dengan heran. “Ayahmu
menyangka bahwa Allah
memerintahkannya untuk itu” kata
Iblis meyakinkannya.
“Demi perintah Allah! Aku siap
mendengar, patuh, dan melaksanakan
dengan sepenuh jiwa ragaku,” jawab
Ismail dengan mantap.
Ketika Iblis hendak merayu dan
menggodanya dengan kata-kata lain,
mendadak Ismail memungut sejumlah
kerikil ditanah, dan langsung
melemparkannya ke arah Iblis hingga
butalah matanya sebelah kiri. Maka,
Iblis pun pergi dengan tangan hampa.
Dari sinilah kemudian dikenal dengan
kewajiban untuk melempar kerikil
(jumrah ) dalam ritual ibadah haji.
Sesampainya di Mina, Nabi Ibrahim AS
berterus terang kepada putranya,
“Wahai anakku! Sesungguhnya aku
melihat dalam mimpi bahwa aku
menyembelihmu. Maka pikirkanlah
apa pendapatmu?…” (QS. Ash-Shâffât,
[37]: 102).
“Ia (Ismail) menjawab, ‘Hai bapakku!
Kerjakanlah apa yang diperintahkan
kepadamu, Insya Allah! Kamu
mendapatiku termasuk orang-orang
yang sabar” (QS. Ash-Shâffât, [37]:
102).
Mendengar jawaban putranya, legalah
Nabi Ibrahim AS dan langsung ber-
tahmid (mengucapkan Alhamdulillâh)
sebanyak-banyaknya.
Untuk melaksanakan tugas ayahnya
itu Ismail berpesan kepada ayahnya,
“Wahai ayahanda! Ikatlah tanganku
agar aku tidak bergerak-gerak
sehingga merepotkan.
Telungkupkanlah wajahku agar tidak
terlihat oleh ayah, sehingga tidak
timbul rasa iba. Singsingkanlah
lengan baju ayah agar tidak terkena
percikan darah sedikitpun sehingga
bisa mengurangi pahalaku, dan jika
ibu melihatnya tentu akan turut
berduka.”
“Tajamkanlah pedang dan goreskan
segera dileherku ini agar lebih mudah
dan cepat proses mautnya. Lalu
bawalah pulang bajuku dan serahkan
kepada agar ibu agar menjadi
kenangan baginya, serta sampaikan
pula salamku kepadanya dengan
berkata, ‘Wahai ibu! Bersabarlah
dalam melaksanakan perintah Allah.’
Terakhir, janganlah ayah mengajak
anak-anak lain ke rumah ibu sehingga
ibu sehingga semakin menambah
belasungkawa padaku, dan ketika
ayah melihat anak lain yang sebaya
denganku, janganlah dipandang
seksama sehingga menimbulka rasa
sedih di hati ayah,” sambung Isma’il.
Setelah mendengar pesan-pesan
putranya itu, Nabi Ibrahim AS
menjawab, “Sebaik-baik kawan dalam
melaksanakan perintah Allah SWT
adalah kau, wahai putraku tercinta!”
Kemudian Nabi Ibrahim as
menggoreskan pedangnya sekuat
tenaga ke bagian leher putranya yang
telah diikat tangan dan kakinya,
namun beliau tak mampu
menggoresnya.
Ismail berkata, “Wahai ayahanda!
Lepaskan tali pengikat tangan dan
kakiku ini agar aku tidak dinilai
terpaksa dalam menjalankan perintah-
Nya. Goreskan lagi ke leherku agar
para malaikat megetahui bahwa diriku
taat kepada Allah SWT dalam
menjalan perintah semata-mata
karena-Nya.”
Nabi Ibrahim as melepaskan ikatan
tangan dan kaki putranya, lalu beliau
hadapkan wajah anaknya ke bumi dan
langsung menggoreskan pedangnya ke
leher putranya dengan sekuat
tenaganya, namun beliau masih juga
tak mampu melakukannya karena
pedangnya selalu terpental. Tak puas
dengan kemampuanya, beliau
menghujamkan pedangnya kearah
sebuah batu, dan batu itu pun terbelah
menjadi dua bagian. “Hai pedang! Kau
dapat membelah batu, tapi mengapa
kau tak mampu menembus daging?”
gerutu beliau.
Atas izin Allah SWT, pedang
menjawab, “Hai Ibrahim! Kau
menghendaki untuk menyembelih,
sedangkan Allah penguasa semesta
alam berfirman, ‘jangan disembelih’.
Jika begitu, kenapa aku harus
menentang perintah Allah?”
Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya
ini benar-benar suatu ujian yang nyata
(bagimu). Dan Kami tebus anak itu
dengan seekor sembelihan yang
besar.” (QS. Ash-Shâffât, [37]: 106)
Menurut satu riwayat, bahwa Ismail
diganti dengan seekor domba kibas
yang dulu pernah dikurbankan oleh
Habil dan selama itu domba itu hidup
di surga. Malaikat Jibril datang
membawa domba kibas itu dan ia
masih sempat melihat Nabi Ibrahim
AS menggoreskan pedangnya ke leher
putranya. Dan pada saat itu juga
semesta alam beserta seluruh isinya
ber-takbir (Allâhu Akbar)
mengagungkan kebesaran Allah SWT
atas kesabaran kedua umat-Nya
dalam menjalankan perintahnya.
Melihat itu, malaikai Jibril terkagum-
kagum lantas mengagungkan asma
Allah, “Allâhu Akbar, Allâhu Akbar,
Allâhu Akbar”. Nabi Ibrahim AS
menyahut, “Lâ Ilâha Illallâhu wallâhu
Akbar”. Ismail mengikutinya, “Allâhu
Akbar wa lillâhil hamd”. Kemudian
bacaan-bacaan tersebut dibaca pada
setiap hari raya kurban (Idul Adha).
Sumber: Nasiruddin, S.Ag, MM, 2007,
Kisah Orang-Orang Sabar, Republika,
Jakarta
dengan beberapa perubahan

Posted from WordPress for Android

Re’play and Fighting your soul

image

Yusuf Mansur
@Yusuf_Mansur
Kadang pertamanan & persaudaraan diuji Allah. Pasti ada saat2 terluka. Maka maaf & mmaafkanlah kwnnya baik sangka. yusufmansur.com/prasangka-baik/

Abdullah Gymnastiar
@aagym
Orang yang mabuk pujian, akan terus ketagihan dipuji orang dan perilakunyapun seperti orang mabuk, serba tak normal

Seperti itulah terkadang manusia. Melupakan 99 kebaikan temannya hanya karena 1 kesalahan yang menutupi mata hatinya.

Selalu lihat gambaran besarnya.
Jika terfokus dengan hal sepele,
maka mindset kita akan slalu
sempit dan negatif…

dan tiap proses mestilah
berprogres, dan tiap progres itu
nggak nyaman | jadi memang
proses itu nggak nyaman, nggak
enak, sulit

kalau tujuan kita jelas, proses akan
lebih mudah dilakukan | tapi bila
tujuan kabur, ya prosesnya juga
kapan tau jadinya..

Yang saya banggakan terhadap
seseorang adalah
konsistensinya dalam mindset
dan kerja keras. Bukan apa yang
ia punya secara fisik : ) #happy

Kebijaksanaan lahir dari
kesalahan yang dipelajari.
Kesuksesan lahir dari kerja
keras tanpa lelah.

Setiap orang memiliki jalan
hidupnya sendiri. Jgn
membandingkan jalan hidup
kamu dengan orang lain.

atas nama proses, kita kadang
beralasan untuk tak kunjung baik
padahal proses itu seperti
perjalanan, ada awalnya dan ada
akhirnya

@haditsku: Jika ada musuh yang bisa mendekatkanmu pada Allah, maka itu lebih baik drpd sahabat yang menjauhkanmu dari Allah. http://t.co/EXyoLxBVPV/s/RoGl

Posted from WordPress for Android

X – File

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

Posted from WordPress for Android

File @

image

image

image

image

image

image

image

image

image

Posted from WordPress for Android

Scientist | Coldplay

image

Come up to meet you, tell you I ‘m sorry
You don’t know how lovely you are
I had to find you
Tell you I need you
Tell you I set you apart
Tell me your secrets
And ask me your questions
Oh, let’s go back to the start
Running in circles
Coming up tails
Heads on a science apart
Nobody said it was easy
It’s such a shame for us to part
Nobody said it was easy
No one ever said it would be this hard
Oh, take me back to the start
I was just guessing
At numbers and figure
Pulling the puzzles apart
Questions of science
Science and progress
Do not speak as loud as my heart
Tell me you love me
Come back and haunt me
Oh, and I rush to the start
Running in circles
Chasing our tails
Coming back as we are
Nobody said it was easy
It’s such a shame for us to part
Nobody said it was easy
No one ever said it would be so hard
I ‘m going back to the start…

Posted from WordPress for Android

File 2013 Yogyakarta

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

Posted from WordPress for Android

Yang Hakiki

image

Kekayaan yg hakiki bukanlah
dengan banyaknya harta. Namun
kekayaan yang hakiki adalah
hati yg selalu merasa syukur
(HR. Bukhari :6446)

@ustad_alhabsyi: Tak perlu lihat PERBEDAAN bila ingin beriringan | Tak perlu kedepankan perdebatan jika satu TUJUAN | Dekaplah persamaan & SALING PENGERTIAN.

(Ustadz Felix Siauw)
Rezeki itu tidak mesti harta sebab banyak
yang lebih berharga | rezeki juga tidak
harus memiliki karena yang penting bisa
dinikmati
Petrtemanan, persaudaraan, ketenangan,
kebahagiaan | itu rezeki yang tak terganti
dan juga tak bisa dibeli
Rezeki barakah adalah rezeki yang
menambah ketaatan yang mendapatkannya
| membuat yang mendapatkannya lebih
banyak bersyukur dan bersujud
Saat itu yang memberi rezeki jadi lebih
penting | ketimbang rezeki yang diberikan
karena Dia lebih utama
Allah Sang Pemberi Rezeki, dan dia
melakukan itu sesuka-Nya | maka
mendekati-Nya saja, sudah termasuk
rezeki yang “sesuatu” —

Posted from WordPress for Android

Maka Nikmat Tuhan Kamu yg manakah yg Kamu Dustakan

image

NIKMAT ALLAH MANA
YANG ENGKAU
DUSTAKAN

Pernahkah kita menanyakan harga
Oksigen (O2) di apotik? Jika belum
tahu, ketahuilah harganya sekitar Rp
25.000 per liter. Pernahkah kita
menanyakan harga Nitrogen di
apotik? Jika belum tahu, harganya
sekitar Rp. 9.950 per liter.
Tahukah kita? Bahwa dalam sehari
manusia menghirup Oksigen (O2)
sebanyak 2.880 liter dan Nitrogen
11.376 liter. Jika harus dihargai
dengan rupiah, maka Oksigen (O2)
dan Nitrogen yang kita hirup, akan
mencapai Rp 170 jutaan per hari
untuk satu orang. Jika kita hitung
kebutuhan kita sehari Rp 170 juta,
maka sebulan Rp 5,1 milyar untuk
satu orang.
Pernahkah malaikat menagih
oksigen dan nitrogen yang kita hirup
datang ke rumah setiap bulan?
Ketahuilah Presiden, Raja bahkan
orang terkaya di dunia apalagi rakyat
biasa yang hidupnya sudah susah
tidak akan sanggup melunasi biaya
nafas hidupnya jika Allah Yang Maha
Kuasa mau pakai rumus dagang
sama manusia!
Allah mengingatkan manusia hingga
berulang sampai 31 kali dengan
kalimat yang sama, dengan jumlah
huruf yang sama agar manusia
mudah mengingatnya dan pandai
bersyukur.

ﻓَﺒِﺄَﻱِّ ﺁﻟَﺎﺀ ﺭَﺑِّﻜُﻤَﺎ ﺗُﻜَﺬِّﺑَﺎﻥِ
“Maka nikmat Tuhan kamu yang
manakah yang kamu
dustakan?” (QS. Ar-Rahman [55] )

ﻭَﺁﺗَﺎﻛُﻢ ﻣِّﻦ ﻛُﻞِّ ﻣَﺎ ﺳَﺄَﻟْﺘُﻤُﻮﻩُ ﻭَﺇِﻥ ﺗَﻌُﺪُّﻭﺍْ ﻧِﻌْﻤَﺖَ ﺍﻟﻠّﻪِ ﻻَ
ﺗُﺤْﺼُﻮﻫَﺎ ﺇِﻥَّ ﺍﻹِﻧﺴَﺎﻥَ ﻟَﻈَﻠُﻮﻡٌ ﻛَﻔَّﺎﺭٌ ﴿٣٤ ﴾
“Dan jika kamu menghitung nikmat
Allah, tidaklah dapat kamu
menghinggakannya. Sesungguhnya
manusia itu, sangat zalim dan
sangat mengingkari (nikmat
Allah).” (QS. Ibrahim [14] : 34)
Semoga bisa jadi bahan renungan
kita.

teladan.rasulDari @lensadakwah .
.
.
.
Terkadang Allah sengaja membiarkan kita jatuh… karena ada sesuatu yang berharga dibawah sana yang harus kita temukan .
.
hingga kembali lagi ke atas dengan membawa sesuatu yang berharga itu
.
.
ada seorang yang melimpah harta nya, megah rumahnya namun ia kikir untuk berbagi dan boros dalam belanja,
.
kemudian Allah biarkan ia jatuh miskin
hingga ia menemukan berharga nya harta bagi yang miskin, dan bahagianya dalam berbagi .
.
ada seorang yang Sehat tubuhnya, kuat badannya, namun tak pandai mensyukurinya, yang haram dimakan, serta tak memanfaatkan sehatnya dalam taat… kemudian ia jatuh sakit .
.
hingga ia menyadari betapa berharga nya sehat dan indah dalam taat .
.
.
ada seorang yang lapang hidupnya, luas waktu nya namun ia habiskan dalam mengejar dunia serta lalai terhadap perintah Rabb nya
.
kemudian Allah sempitkan hidupnya, bertambah banyak masalah nya..
.
hingga ia sadar bahwa satu-satunya yang dapat memberikan pertolongan adalah Rabb nya.. .
.
.
Maka… jika sekarang ini engkau merasa hidup mu dibawah, merasa banyak masalah, dan sedang terkena musibah …
.
Mungkin saja sesuatu yang berharga itu belum engkau temukan…

Posted from WordPress for Android

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑